Semiotika Keberlanjutan: Komunikasi Simbolik, Pedagogi Lingkungan, dan Pembentukan Kesadaran Ekologis Kolektif di Desa Sukajadi
Keywords:
Eco-Pedagogi, Keberlanjutan, Komunikasi Simbolik, Kesadaran Ekologis, SemiotikaAbstract
Krisis ekologis global menuntut pendekatan baru dalam membangun kesadaran lingkungan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga kultural dan simbolik. Dalam konteks ini, penelitian di Desa Sukajadi menghadirkan praktik komunikasi ekologis yang menarik melalui pemasangan plang edukasi sampah sebagai bentuk semiotic activism. Tindakan sederhana tersebut berfungsi sebagai simbol keberlanjutan yang memadukan dimensi persuasif, pedagogis, dan spiritual dalam upaya membangun kesadaran ekologis kolektif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana simbol-simbol visual dan pesan lingkungan bekerja sebagai instrumen pendidikan publik yang menumbuhkan etika ekologis berbasis nilai timbal balik antara manusia dan alam. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika sosial dan pedagogi lingkungan transformatif, penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukajadi antara September hingga Oktober 2025. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis wacana terhadap tanda-tanda ekologis yang diproduksi dalam ruang publik desa. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi tematik, serta interpretasi kontekstual untuk menyingkap makna simbolik dan fungsi edukatif dari pesan ekologis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol ekologis seperti plang edukasi sampah berperan sebagai eco-pedagogical tool yang mengintegrasikan komunikasi persuasif, etika spiritual, dan pembelajaran sosial. Melalui simbol-simbol itu, masyarakat tidak hanya memahami isu lingkungan secara kognitif, tetapi juga menginternalisasi nilai keberlanjutan sebagai bagian dari identitas dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model eco-semiotic pedagogy yang relevan bagi pendidikan lingkungan berbasis komunitas, serta memperkaya kajian tentang hubungan antara makna, simbol, dan tindakan ekologis dalam konteks pedesaan Indonesia.





