RELEVANSI TASAWUF DAN TAREKAT BAGI KEHIDUPAN MUSLIM DI ERA MODERNISASI
Tasawuf
https://doi.org/10.64173/mrf.v3i1.272
Keywords:
Tasawuf dan Tarekat Relevansinya bagi Muslim di era ModernisasiAbstract
Modernisasi membawa perubahan struktural dalam kehidupan manusia yang tidak hanya berdampak pada aspek material, tetapi juga menimbulkan krisis spiritual berupa kekosongan makna, keterasingan diri (alienasi), dan materialisme yang berlebihan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi tasawuf dan tarekat sebagai jalan spiritual Islam dalam menjawab persoalan tersebut. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini menelusuri konsep dasar tasawuf dan tarekat, tantangan kehidupan Muslim modern, serta fenomena neo-sufisme sebagai bentuk adaptasi tasawuf terhadap tuntutan zaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf, baik sebagai pengalaman batin (dzawq) maupun sebagai institusi sosial melalui tarekat, memiliki fungsi penyeimbang antara kehidupan lahiriah yang serba cepat dan pragmatis dengan kebutuhan batiniah akan ketenangan, makna, dan kedekatan dengan Tuhan. Tarekat, sebagai wadah pembinaan spiritual yang terorganisasi, terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi sosial kontemporer tanpa kehilangan orientasi esoterisnya, sebagaimana tampak pada gerakan neo-sufisme yang menekankan tasawuf akhlaqi dan tasawuf sosial yang aplikatif. Dengan demikian, tasawuf dan tarekat tetap relevan sebagai sumber daya spiritual bagi Muslim modern dalam menghadapi dampak psikologis dan sosial dari modernisasi





